MENGAPA SAYA ?

Kali ini, saya mengutip sebuah buku motivasi yang begitu menakjubkan bagi mereka yang membacanya. Kali ini saya ingin akan mengangkat permasalahan yang mungkin sering Anda lihat atau bahkan Anda alami.

Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam : US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975). Dia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh, dia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinveksi HIV melalui transfuse darah yang dia terima. Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya. Continue reading

SEBUAH RENUNGAN

Jika Anda membaca postingan-postingan dari situs ini, mungkin Anda berpikir saya adalah seorang psikolog mudia berusia 25 tahun yang sedang menyelesaikan studinya. Atau Anda berpikir saya adalah seorang calon dokter muda yang begitu tertarik dengan dunia kejiwaan. Tetapi semua itu salah. Saya hanya seorang penggemar para motivator yang tersebar di penjuru dunia ini. Hal itu karena mereka selalu bisa membuat orang lain berpikir logis dan menempatkan sesuatu pada sisi positif. Mereka selalu bisa membuat orang lain merasa tenang karenanya.

Terutama big inspirator saya, yang selalu bersedia membimbing, membantu, dan menguatkan saya dengan kata-kata supernya, tentunya beserta tindakan-tindakan supernya yang mampu membuat saya selalu merasa berat untuk lepas darinya. Seseorang yang selalu memberikan semangat dengan berkata, “Jika kamu mau, kamu pasti bisa.” Sebuah kalimat sederhana, yang selalu bisa membuat saya mencapai segalanya yang saya impikan. Di kala banyak teman membenci dan memfitnah saya, hingga orang-orang di dekatnya pun berusaha menjatuhkan saya, ia masih tetap berkata, “Whatever they want to talk. Kau hanya perlu tidak peduli pada mereka. Biarkan saja, masih banyak orang lain yang lebih pantas menjadi temanmu dibanding  mereka.” Continue reading

EURECLE !

Kali ini saya akan mencoba memberikan sebuah kisah beserta kupas tuntasnya yang dikutip dari sebuah buku motivasi karya Andi Arsyil Rahman Putra dalam karyanya “EURECLE! Anda dan Setiap Manusia Adalah KEAJAIBAN.”

Beberapa tahun silam, di sebuah desa, hiduplah seorang guru dan beberapa muridnya. Sang Guru, lelaki berjanggut panjang keperakan itu, memancarkan kewibawaan besar. Dia tampak duduk tenang dengan mata terpejam. Tangan kirinya terlihat menggenggam sebuah tongkat kayu bersisik, berwarna cokelat kehitaman. Ketika itu, Sang Guru memakai jubah warna putih. Di hadapannya, sekumpulan murid-muridnya duduk berkeliling membentuk setengah lingkaran. Mereka semua tampak menundukkan kepala.

Guru Ling. Demikian nama panggilan sang guru bijaksana, pengajar para raja dan pejabat istana. Dia kembali mengumpulkan murid-muridnya. Namun, tidak seperti hari-hari lain yang biasanya berkumpul di pinggir sungai, bukit, atau pelataran kuil, kali itu mereka berkumpul dekat sebuah kandang ternak. Tidak ada seorang pun yang tahu rencana hati Guru Ling. Di antara lenguhan dan bau ternak, guru dan murid itu terdiam dengan penuh khidmat. Continue reading