Kisah : “Gabriel Stresser: Tak Mau Mati Sebagai Non-Muslim”

Image

Gabriel Stresser lahir di Salzburg, Austria. Ia tumbuh dan besar dalam lingkungan Katolik Roma. Seperti halnya penganut Katolik, sejak kecil Gabriel mengikuti komuni pertama pada usia 12 tahun.

Seiring perjalanan waktu, Gabriel mulai mempertanyakan ajaran Katolik. Ada sejumlah hal dari apa yang dianutnya itu tidak sesuai logika berpikirnya. Sejak itu, ia coba untuk mencari kebenaran hakiki. “Jujur, saat itu aku tidak mengenal ajaran agama Islam atau agama lainnya,” kata dia. Continue reading

“Bajingan Kulit Putih” Julukan Yang Pernah Disandang Karena Ia Muslimah

Image

“Sebagai seorang remaja saya pikir semua agama adalah menyedihkan. Pandangan saya saat itu adalah: apa gunanya menempatkan pembatasan pada diri sendiri? Anda hanya hidup sekali di dunia ini,” kata Lindsay Wheeler, peraih BSc bidang psikologi pada De Montfort University mengisahkan masa mudanya. Continue reading