BAGAIMANAPUN KEADAANMU, ENGKAU TETAP LEBIH BAIK DARI SEKIAN JUTA WANITA

muslimah berpurdah merah (1)

Sepotong roti panggang itu sudah cukup untukmu.

Karena, masih ada orang yang menutup pintu,

Hanya untuk menyembunyikannya ,

Dan sekian banyak orang hanya bisa membayangkannya.”

                Perhatikan & renungkan apa yang terjadi di sekitarmu! Bukankah di rumah-rumah sakit masih terdapat sekian ranjang putih yang di atasnya terbaring ribuan manusia yang menderita penyakit kronis dan cacat selama bertahun-tahun? Bukankah di penjara masih terdapat ribuan manusia yang hidup dibalik jeruji besi dengan nista dan kehilangan nikmatnya kehidupan di alam bebas ini? Bukankah di berbagai rumah sakit jiwa masih terdapat banyak manusia yang kehilangan akal sehatnya, lenyap kesadarannya dan kemudian menjadi gila? Bukankah di sekitarmu masih banyak fakir miskin yang tinggal di gubuk-gubuk kardus dan kesulitan hanya untuk mendapatkan sepotong roti saja?

                Bukankah di luar sana masih ada sekian banyak wanita yang harus kehilangan anak-anaknya karena sebuah musibah yang mendera? Bukankah disekitarmu juga masih ada sekian wanita cacat, tuna netra, tuna wicara, tuna rungu dan kehilangan sebagian anggota badannya; seperti kaki, tangan, dan lain sebagainya? Bahkan, bukankah diantara mereka juga ada yang kehilangan akal sehatnya, atau terkena penyakit kanker yang ganas dan mematikan itu?

                Lalu, lihatlah dirimu, engkau masih dalam keadaan sehat sejahtera, aman, tentram, dan damai. Oleh karena itu, bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Janganlah menghabiskan waktumu untuk hal-hal yang tidak diridhai oleh-Nya: seperti berlama-lama duduk di depan televisi untuk menonton acara-acara picisan yang tak bermanfaat dan membuat hati penuh dengan penyakit dan kesedihan, serta membuat jasad kita tidak mampu melakukan kewajiban.

Pencerahan:

Serahkanlah urusan orang zalim itu kepada mahkamah akhirat; sebuah mahkamah yang tidak ada hakimnya selain Allah.

 

Dikutip dari buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia” karya Dr.’Aidh al-Qarni hal 28-29.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s